Penciptaan Adam As……..

Posted: September 29, 2015 in Kebenaran Islam

Imam Ahmad mengatakan,
“Yahya dan Muhammad bin Ja’far bercerita
kepada kami, Auf bercerita kepadaku, dari Abu
Musa, dari Nabi SAW, beliau bersabda, ‘Sungguh,
Allah menciptakan Adam dari suatu genggaman
yang Ia ambil dari seluruh bumi, lalu keturunan
Adam mucul sepenuh bumi, di antaranya ada
yang berkulit putih, merah, hitam dan campuran
antara semua warna itu, ada yang buruk dan ada
yang baik, ada yang berwatak lembut dan
menurut, ada pula yang berwatak keras, juga ada
yang wataknya campuran di antara keduanya.”

Imam Ahmad juga meriwayatkan hadist ini dari
Haudzah bin Auf, dari Qasamah bin Zuhair, aku
mendengar Al-As’yari mengatakan, “Rasulullah
SAW bersabda, ‘Sungguh, Allah menciptakan
Adam dari suatu genggaman yang Ia ambil dari
seluruh bumi, lalu keturunan Adam muncul
sepenuh bumi, diantaranya ada yang berkulit
putih, merah, hitam dan campuran antara semua
warna itu, ada yang berwatak lembut dan
menurut, dan ada yang berwatak keras, juga ada
yang wataknya campuran di antara keduanya,
ada yang buruk dan ada yang baik, ada juga
campuran di antara keduanya.”

Juga diriwayatkan Abu Dawud, At-Tirmidzi dan
Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, dari hadist
Auf bin Jamilah Ar-A’rabi, dari Qassamah bin
Zuhair Al-Mazini Al-Bashri, dari Abu Musa
Abdullah bin Qais Al-Asy’ari, dari Nabi SAW,
dengan matan serupa. At-Tirmidzi mengatakan,
“Hadist ini hasan-shahih.”

As-Suddi meriwayatkan dari Abu Malik dan Abu
Shalih, dari Ibnu Abbas, dari Murrah dari Ibnu
Mas’ud, dari sejumlah sahabat Rasulullah SAW,
mereka mengatakan, “Allah ‘Azza wa Jalla
mengutus Jibril ke bumi untuk mengambilkan
sebagian tanah dari sana, lalu bumi mengatakan,
‘Aku berlindung kepada Allah darimu jika kau
menghina dan mencelaku.’ Jibril kembali tanpa
memungut sedikit pun. Jibril berkata, ‘Ya Rabb!
Dia (bumi) berlindung kepada-Mu, aku pun
menjaganya.’
Allah kemudian mengutus Mikail, bumi kembali
memohon perlindungan (kepada Allah) darinya,
Mikail pun menjaganya dan kembali, ia lalu
mengatakan seperti yang dikatakan Jibril. Allah
kemudian mengutus malaikat maut, kemudian
bumi memohon perlindungan (kepada Allah)
darinya, malaikat maut mengatakan, ‘Aku pun
berlindung kepada Allah untuk kembali tanpa
menunaikan perintah-Nya.’ Malaikat maut
kemudian mengambil sebagian tanah dari
permukaan bumi dan ia campur menjadi satu. Ia
tidak hanya memungut satu tempat. Ia
mengambil sebagian dari tanah putih, merah dan
hitam. Karena itulah anak keturunan Adam
memiliki warna berwatak keras, juga ada yang
wataknya campuran di antara keduanya, ada
yang buruk dan ada yang baik, ada juga
campuran di antara keduanya.”

Juga diriwayatkan Abu Dawud, At-Tirmidzi dan
Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya, dari hadist
Auf bin Jamilah Ar-A’rabi, dari Qassamah bin
Zuhair Al-Mazini Al-Bashri, dari Abu Musa
Abdullah bin Qais Al-Asy’ari, dari Nabi SAW,
dengan matan serupa. At-Tirmidzi mengatakan,
“Hadist ini hasan-shahih.”

As-Suddi meriwayatkan dari Abu Malik dan Abu
Shalih, dari Ibnu Abbas, dari Murrah dari Ibnu
Mas’ud, dari sejumlah sahabat Rasulullah SAW,
mereka mengatakan, “Allah ‘Azza wa Jalla
mengutus Jibril ke bumi untuk mengambilkan
sebagian tanah dari sana, lalu bumi mengatakan,
‘Aku berlindung kepada Allah darimu jika kau
menghina dan mencelaku.’ Jibril kembali tanpa
memungut sedikit pun. Jibril berkata, ‘Ya Rabb!
Dia (bumi) berlindung kepada-Mu, aku pun
menjaganya.’

Allah kemudian mengutus Mikail, bumi kembali
memohon perlindungan (kepada Allah) darinya,
Mikail pun menjaganya dan kembali, ia lalu
mengatakan seperti yang dikatakan Jibril. Allah
kemudian mengutus malaikat maut, kemudian
bumi memohon perlindungan (kepada Allah)
darinya, malaikat maut mengatakan, ‘Aku pun
berlindung kepada Allah untuk kembali tanpa
menunaikan perintah-Nya.’ Malaikat maut
kemudian mengambil sebagian tanah dari
permukaan bumi dan ia campur menjadi satu. Ia
tidak hanya memungut satu tempat. Ia
mengambil sebagian dari tanah putih, merah dan
hitam. Karena itulah anak keturunan Adam
memiliki warna kulit berbeda-beda.

Malaikat maut kemudian membawa tanah-tanah
tersebut naik, lalu tanah-tanah menjadi basah
hingga berubah menjadi lazib. Lazib artinya
melekat satu sama lain. Setelah itu, Allah
berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya,
Aku akan menciptakan manusida dari tanah.
Kemudian apabila telah Aku sempurnakan
kejadiannya dan Aku tiupkan ruh (ciptaan)-Ku
kepadanya, maka tunduklah kamu dengan
bersujud kepadanya.’ (Shad: 71-72).

Allah kemudian menciptakan manusia (Adam)
dengan tangan-Nya agar Iblis tidak sombong
padanya. Ia berupa jasad dari tanah selama 40
tahun dengan hitungan hari Jum’at. Para
malaikat kemudian melintas di hadapannya, saat
melihatnya, mereka terkejut. Dan Iblis lebih
terkejut lagi melebihi para malaikat. Suatu ketika,
Iblis melintas di hadapan jasad itu lalu
memukulnya, jasad kemudian mengeluarkan
suara seperti suara tanah kering. Itulah ketika
Allah berfirman, ‘Dia menciptakan manusia dari
tanah kering seperti tembikar.’ (Ar-Rahman: 14).
Allah kemudian berfirman, ‘Untuk satu hal, Aku
ciptakan (manusia).’ Iblis kemudian masuk
melalui mulut Adam dan keluar dari duburnya,
setelah itu ia berkata kepada para malaikat,
“Jangan takut pada makhluk ini karena Rabb
kalian Maha Tinggi, sementara makhluk ini
berlubang di bagian tengahnya. Sungguh, jika aku
bisa menguasainya, pasti akan aku binasakan.’

Saat tiba waktu seperti yang dikehendaki Allah
‘Azza wa Jalla untuk meniupkan ruh padanya,
Allah berfirman kepada para malaikat, ‘Setelah
aku tiupkan sebagian ruh (ciptaan)-Ku padanya,
sujudlah kalian semua padanya.’ Setelah Allah
meniupkan ruh padanya, lalu ruh masuk di
kepala, ia bersin, lalu para malaikat mengatakan,
‘Ucapkan, ‘Alhamdulillah!’ ia mengucapkan,
‘Alhamdulillah!’ Allah kemudian membalas,
‘Semoga Rabb-mu merahmatimu.’ Saat ruh
masuk di kedua matanya, ia melihat buah-buahan
surga. Saat ruh masuk ke perut, ia menginginkan
makanan, ia kemudian bangun sebelum ruh
sampai di kedua kaki dan menghampiri buah-
buahan surga dengan terburu-buru. Itulah saat
Allah berfirman, ‘ Manusia dijadikan (bertabiat)
tergesa-gesa .” (Al-Anbiya: 37). ‘ Maka bersujudlah
para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali
Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat)
yang sujud itu .” (Al-Hijr: 30-31). Dan seterusnya
hingga akhir kisah.

Bagian dari rangkaian hadist ini dikuatkan oleh
beberapa hadist, meski sebagian besar dari kisah
ini bersumber dari kisas-kisah Israiliyat.
Imam Ahmad mengatakan, “Abdush Shamad
bercerita kepada kami, Hammad bercerita kepada
kami, dari Tsabit, dari Anas, Nabi SAW bersabda,
‘Saat Allah menciptakan Adam, Allah
membiarkannya selama yang ia kehendaki, Iblis
kemudian berputar mengelilinginya. Saat
melihatnya memiliki rongga pada bagian dalam,
Iblis tahu ia adalah makhluk lemah tak berkuasa
(menahan keinginan diri dan menolak bisikan
jahat setan)’.”

Menurut Ibnu Abbas, tanah
bumi dan syurga digunakan untuk dijadikan
bahan mencipta Adam. Dibawah ini adalah nama2 tempat yg dinamakan menurut yg Maha Mengenali, bukan menurut manusia (bukan sebuah tempat yg dinamai oleh keinginan manusia),nama2 tempat dibawah ini juga diambil dari kebanyakan hadits rosulullah yg menyatakan sebagian besar tempat2 yg yg disabdakan rosulullah ada di timteng, padahal tanah/tempat tersebut justru hanya untuk tempat mengenal Allah dalam berbagai kejadian/peristiwa, bukan untuk diklaim dari manusia itu sendiri. Tanah/tempat tersebut
adalah:

Tanah Baitulmuqaddis ( menurut hadits yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia : Palestin) – kepala
sebagai tempat kemuliaan untuk diletakkan
otak dan akal (Arsy Allah) .

Tanah Bukit Tursina ( menurut hadits atau tafsiran quran yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia : Mesir ) – telinga
sebagai tempat mendengar dan menerima
nasihat.

Tanah Iraq (menurut hadits yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia) – dahi sebagai tempat sujud
kepada Allah .

Tanah Aden (menurut hadits yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia : Yaman) – muka sebagai
tempat berhias dan kecantikan.

Tanah telaga Al-Kautsar – mata sebagai
tempat menarik perhatian.

Tanah Al-Kautsar – gigi sebagai tempat
memanis-manis.

Tanah Kaabah (menurut hadits yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia : Makkah ) – tangan kanan
sebagai tempat mencari nafkah dan
bekerjasama.

Tanah Paris (tanah yg dinamai dengan keinginan manusia : Perancis ) – tangan kiri sebagai
anggota untuk melakukan istinjak.

Tanah Khurasan (menurut hadits yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia : Iran) – perut sebagai
tempat berlapar.

Tanah Babilon ( menurut hadits yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia : Iraq) – kelamin sebagai
organ seks dan tempat bernafsu serta godaan
syaitan .

Tanah Tursina (menurut hadits yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia Mesir ) – tulang sebagai
peneguh manusia.

Tanah India – kaki sebagai anggota berdiri
dan berjalan.

Tanah Firdaus ( Syurga) – hati sebagai
tempat keyakinan, keimanan, dan kemahuan.

Tanah Taif (menurut hadits yg dinamai tempatnya dgn keinginan manusia Arab Saudi ) – lidah sebagai
tempat untuk mengucapkan syahadah, syukur
dan do’a.

Kajian sains telah menunjukkan bahwa unsur
kimia pada tubuh manusia terdiri daripada
unsur yang terdapat pada tanah. Nisbah unsur
yang terdapat di dalam badan juga
memberikan kesesuaian dalam sifat dan
fungsi anggota setiap bagian manusia.
Antaranya unsur yang didapati adalah:

*Karbon
*Oksigen
*Hidrogen
*Fosforus
*Sulfur
*Nitrogen
*Kalsium
*Kalium
*Natrium
*Klorat
*Magnesium
*Ferrum
*Manganese
*Cuprum
*Iodin
*Klorin
*Kobalt
*Zink
*Silikon
*Alumunium
*Molibdenum
*Boron
*Vanadium
*Selenium
*Kromium

Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s